CIPTO TUNGGAL
Cipto/cipta
bermakna: pengareping rasa, tunggal artinya satu atau difokuskan ke satu obyek. Jadi
Cipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta.
|
1.
Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup.
Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa
membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu
berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik
sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti/tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri
atau syukur -syukur pada orang
lain. |
2.
Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta
untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi
lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan
air.
3.
Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan :
Minumlah
segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat
dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti.
Jagalah
tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali.
Jangan
merokok terlalu banyak.
Konsumsilah
lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang
berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka
itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif.
Kendalikanlah
kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama,
seminggu sekali atau dua kali sudah cukup.
4.
Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan
badan ( heneng ) dengan cipta yang jernih dan tentram ( hening ) Bila cipta bisa dipusatkan dan
difokuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa
dipakai untuk mengatur satu kehendak.
5.
Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap
ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol
panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain,
jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar
dengan mata, lakukan itu dengan santai.
6.
Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada
sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak.
7.
Lakuakan olah raga ringan ( senam ) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu
mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi.
8.
Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih
bersih, lakukan sebagai berikut :
Tarik
Nafas
Tahan Nafas
Keluarkan Nafas
Jumlah
10
detik
10 detik
10 detik
30 detik
minggu I : 3 kali
15
detik
10 detik
15 detik
40 detik
minggu II : 3 kali
20
detik
10 detik
20 detik
50 detik
minggu III : 3 kali
26
detik
08 detik
26 detik
60 detik
minggu IV : 3 kali
9.
Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri dengan cara menutup
hidung sebelah kiri dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas
selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung
sebelah kiri dengan jari.
Tarik
Nafas
Tahan Nafas
Keluarkan Nafas
Jumlah
4
detik
8 detik
4 detik
16 detik
minggu I : 7 kali
10
detik
7 detik
10 detik
27 detik
minggu II : 7 kali
10
detik
10 detik
10 detik
30 detik
minggu III & IV : 7 kali
20
detik
20 detik
20 detik
60 detik
minggu V : 7 kali
10.
Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat
diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam
ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk
bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan
keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama
akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada
dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH
11.
Cobalah lakukan sebagai berikut :
Lupakan
segalanya selama dua belas detik
Dengan
sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik.
Jernihkan
pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya )
12.
Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan
Tapa
mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
Tapa
telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
Tapa hidung,
mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
Tapa bibir,
mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
Tapa
tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
Tapa
alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
Tapa kaki,
mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan
13.
Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan
Tapa raga,
rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
Tapa hati,
bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
Tapa
nafsu, tidak iri kepada sukses orang lain, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
Tapa
jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
Tapa
rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
Tapa cahaya,
bersifat luhur berpikiran jernih
Tapa
hidup, waspada dan eling
14.
berketetapan hati
tidak
ragu-ragu
selalu
yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang
kehilangan yoninya atau kekuatannya
15.
Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan
dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat
baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai
dirimu sendiri.
16.
Sedulur papat kalimo pancer
Orang
Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai
seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh
kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi
ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
Kakang
kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya
putih.
Adi
ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat
warnanya kuning.
Getih,
darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
Puser,
pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain
sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu.
Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang
menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima
itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang
dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan
rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih
dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku
spiritul yang sungguh-sungguh )
17.
Tingkatkan sembah, menyembah kepada
Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata.
Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum
melewati tapabrata.
a.
Sembah rogo
Ini
adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan
kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini,
usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan
malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur
secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk,
pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
b.
Sembah cipta
1.
kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti.
2.
Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar, kontrollah nafsumu dan taklukan
keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.
Berlatih
cipta sebagai berikut :
1. Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.
2.
Konsentrasikan rasa kamu
3.
Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja
4.
Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu
5.
Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah
sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban
Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa
seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi, kamu lupa
tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran
dari rasa sejati. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat.
c.
Sembah jiwo
Sembah
jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu
temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir.
Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah
mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada
waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi.
d.
Sembah roso artinya sejati ( roso sejati )
1.
Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptkan dan selanjutnya apakah tujuan
hidupmu.
2.
Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui
olah samadi atau memahami Sangkan
Paraning Dumadi, hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan
madunya, tidak terpisahkan.